Minggu, 26 Mei 2013

IP Address and Subnetting


SSoal :
Sebuah perusahaan mempunyai sebuah IP kelas C 197.15.22.0, dengan kebutuhan membagi network menjadi 4 bagian yang terpisah dan sekurangnya 25 host pada masing-masing network. Tentukan subnet mask yang sesuai untuk jaringan ini dan range-range IP nya.

Jawab :

Diketahui  :
IP Address        : 197.15.22.0 (kelas C)
Subnett                        : 255.255.255.0
Banyak jaringan yang diinginkan : 4 (100)
Penyelesaian    :
Netmask 255.255.255.0 dipecah menjadi bilangan biner menjadi
Netmask lama                        : 11111111.11111111.11111111.00000000
Karena banyak jaringan yang diinginkan terdiri dari 3 byte biner (4 menjadi biner 100) maka 3 byte biner pada netmask dipinjam untuk netword id, maka netmask baru menjadi
Netmask Baru             : 11111111.11111111.11111111.11100000
Atau dalam decimal   : 255.255.255.224 dan dapat ditulis dalam bentuk /27

Banyak nya host id yang dapat dbuat dalam netmask baru berdasarkan 5 digit akhir pada netmask yaitu (00000) dapat dibuat host id sebanyak 29.
00000
00001
00011
00111
01111
11111(broadcast)
11110
11100
11000
10000
11101
11011
10111
11010
10110
01110
01101
01011
11001
10011
10100
10010
10001
01001
00101
00110
01010
01100
01000
00100
00010




Host id 00000 dan 11111 tidak boleh digunakan sbagai host id.

Maka IP baru adalah :
197.15.22.0/27          NetID 192.15.22.0 host mulai no 1 – 29 broadcast no. 30
197.15.22.31/27         NedID 192.15.22.31 host mulai no. 32 – 60 broadcast no.61
197.15.22.62/27        NetID 192.15.22.62 host mulai 63 – 91 broadcast no 92
197.15.22.93/27        NetID 192.15.22.93 host mulai 94 – 122 broadcast no 12

Terbentuklah 4 jaringan baru, dalam 1 jaringan mempunyai host id sebanyak 29 host ID.

Router | Jaringan Komputer


Fungsi Router

Fungsi utama router adalah sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, selain itu router juga mentransmisikan jaringan yang sistem kerja nya hampir sama dengan Bridge, biasa digunakan untuk menghubungkan LAN kesebuah layanan telekomunikasi sebuah koneksi lease line seperti T1/T3 disebut sebagai access server. Dan terdapat router yang dihubungkan kesebuah koneksi DSL atau disebut DSL Router, melakukan penapisan pkaet berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket yang akan dikirim melalui jaringan. Fungsi umum nya router memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dpat mencegah adanya broadcast storm yang dapat memperlambat kinerja jaringan.

Komponen Router
1.       RAM Router
Berfungsi menyimpan konfigurasi yang sedang berjalan dan sistem Operasi IOS yang aktif, menyimpan routing table, menangani cache ARP, menangani fast-switching cache.
2.       NVRAM
Menyimpan konfigurasi start-up, data pada NVRAM tidak hilang walau router kehilangan arus listrik (power)
3.       Flash Memory
Menyimpan berbagai versi software IOS, dan merupakan jenis EEPROM jadi walaupun router kehilangan arus listrik data tetap data.
4.       ROM
Menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi mengatur proses dan menjalankan power on self test(post) dan IOS Image
5.       Intergace

interface standar yang dimiliki oleh sebuah router yang meliputi:
  1. Serial Ports, terdiri dari Serial0 dan Serial1
  2. Fast Ethernet Ports, pasti udah pada kenal semua
  3. Console Port, port utk menghubungkan router dgn dunia luar, port ini akan terhubung ke serial port di PC kita dengan menggunakan kabel Roll Over
  4. Auxiliary Port, hampir sama dengan Console Port, dan tidak semua port ini dimiliki oleh router
  5. Power Switch, untuk power

Untuk bisa terhubung ke router kita membutuhkan diantaranya sebagai berikut :
  1. Port Console
  2. Port Aux
  3. Telnet (Ethernet atau Serial Port) 

Array Vs Linked List

Perbedaan Array Vs Linked List
Pada Linked List :
  1. Setiap elemen linked list terdiri dari 2 bagian, data dan pointer address
  2. Bersifat Dinamis : Pengalokasian ruang memori dilakukan tanpa pendeklarasian sebelumnya dan terbatas pada jumlah ruang memori yang tersisa (dapat dipakai)
  3. Cara mengakses ke masing masing data dilakukan secara linear (dimulai dari element pertama)
Pada Array :
  1. Setiap elemen array hanya berisi data saja
  2. Bersifat Statis : Pengalokasian ruang memori terbatas pada jumlah ruang yang di deklarasikan sebelumnya
  3. Cara mengakses array bersifat randon dengan menggunakan nomor indeks
Linked memiliki data yang saling terhubung antar 1 data dengan data berikut nya, masing masing data pada linked list memiliki node node yang berhubungan dengan data berikut nya.



Operasi Pada Linked Lista.    Insert
Fungsi insert pada linked list meliputi    :


-          Insert sebagai node awal (head) dari linked list
Statement tersebut memiliki deklarasi sebagai berikut :
Void inserthead (list insert)
{
   Insert -> next=head;
   Head = insert;
}


-          Insert setelah node tertentuStatement deklarasi sebagai berikut :
Void inserafternode (int x, list insert)
{
   list after;
   after = head;
   do
     after = after -> next;
   while (after->datalist != x);
   insert->next = after ->next;
   after->next = insert;
}


-          Insert sebelum node baru tertentuDeklarasi untuk statement tersebut :
void insertbeforenode (int x, list insert)
{
   list before, prevbefore;
   if (head->datalist = x)
    insertashead(insert)
   else
   {
    before = head;
   do
    prevbefore = before;
    before = before->next;
    while (before->datalist != x);
    insert->next = before;
    prevbefore->next = insert;
   }
}


-          Insert sebagai node akhir (tail) dari linked listDeklarasi sebagai berikut :
void insertastail(list insert)
{
    list tail;
    tail = head;
    do
         tail = tail->next;
    while (tail->next != NULL);
    tail->next = insert;
    tail = tail->next;
}


b. DeleteFungsi delete pada linked list meliputi :
-          Delete sebagai simpul pertama (head) dari linked list-          Delete setelah simpul tertentu-          Delete simpul terakhir



Minggu, 28 April 2013

Inheritance and Polymorphism


Inheritance

Inheritance (Pewaris) mengadopsi suatu entitas atau objek yang mempunyai turunan, pada program biasa disebut dengan class turunan. Suatu class yang mempunyai turunan dinamakan parent class, sedangkan class turunan disebut dengan subclass. Subclass memarisi apa yang ada pada parentclass, subclass memperluan (extend) parent class nya. Sub – sub class lebih spesifik dari pada parent class.

Inheritance diterapkan jika terdapat suatu class yang dapat diperluas dari class lain. Deklarasi pada inheritance dengan menambahkan kata kunci extends setelah deklarasi namaclass, kemudian diikuti nama parent class, kata kunci extend tersebut memberitahukan compiler java bahwa kita memperluas class.

Public class Ayam extends Ternak {
….
}

Compiler java akan membacanya sebgai subclass dari object.

Public class Ayam extends Object

Misal :
Terdapat public class pegawai(Public String nama;public double gaji;} dan
Public class Manajer (public String nama; public double gaji; public department;}

Class Manajer memiliki member yang sama dengan class pegawai, hanya saja pada manajer dtambhkan member department, Class menejer merupakan peluasan dari class pegai dengan tambahan member department.

Public class Manajer extends Pegawai (Public string department;)

Beberapa istilah inheritance :
Extends               : Mendifinisikan class yang menjadi subclass
Superclass          : Menunjukan hirarki class yang berarti class dasar dari subclass
Subclass              : Class turunan secara hirarki dari superclass
Syper                    : Memanggil konstruktor dari superclass menjadi variable yang mengacu pda superclass


Contoh Inheritance :

Class Kotak{
Double s1;
Double s2;
Double s3;
Kotak()
{

Kotak (double 1,double2,double3){
S1=1;s2=2;s3=3}

Public void cetakkotak(){
System.out.println(“Isi kotak : “ +s1+s2+s2);}
}

public class Kotakku extends Kotak{
double s1;
Kotakku(double 1, double 2, double 3, double plus)
{
super(1,2,3);
s1=plus;
}

public static void main(String[] args) {
Kotakku Kotaksaya= new Kotakku(10,5,15,30);
Kotaksaya.CetakKotak();

System.out.println(”Sisi Pertama dari Kotak adalah = ” + Kotaksaya.s1);
System.out.println(”Sisi Pertama dari Kotak adalah = ” + Kotaksaya.s2);
System.out.println(”Sisi Pertama dari Kotak adalah = ” + Kotaksaya.s3);
}
}


Polymorphism


Polymorphism dapat berarti banyak bentuk, suatu aksi yang memungkinkan pemrograman menyampaikan pesan tertentu keluar dari hirarki obyek, dimana obyek yang berbeda memberikan tanggapan/respon terhadap pesan yang sama sesuai dengan sifat masing objek. Polymorphism dapat disamakan dengan method Overloading, dimana dalam sebuah class terdapat method dengan nama yang sama.

Contoh Polymorphism

Diberikan sbuah parent class Bentuk, serta subclass, lingkaran, persegi, dan segitiga. Polymorphism memungkinkan untuk mendefinisikan method getLuas() pada setiap class, apapun object yang dibuat getLuas() akan memberikan hasil yang benar.



Contoh lain :
  Diberikan parent class Person dan  child class Student, kemudian subclass yang lain adalah Employee.
  Hierarki class-nya adalah sbb:





                Method getName pada superclass person yang dioveride pada subclass Student dan Employee.

public class Student {
                public String getName(){
                System.out.println(“Student Name:” + name);
                return name;
                }
}
public class Employee {
                public String getName(){
                System.out.println(“Employee Name:” + name);
                return name;
                }
}

Pada javam sebuar reference yg bertype superclass (Person) pada sebuah object subclass (Student).
public static main( String[] args ) {
                Student studentObject = new Student();
                Employee employeeObject = new Employee();
                Person ref = studentObject;
                //Person merefer ke object dg type student
                String name = ref.getName();
                //Memanggil getName() milik obeject Student

Main method , saat panggil getName dari object ref, method getName yang dipanggil adalah milik object Student, jika assign variable ref ke object Employee, maka method getName milik Employee yang dipanggil.

Tambahkan di main method kode berikut

                ref = employeeObject;
                //Person ref merefer ke object Employee

                String temp = ref.getName();
                //getName() milik Employee yang dipanggil

                System.out.println( temp );


Polymorhism dapat melakukan passing sebuah reference sebagia parameter input sebuat method, misalkan jika ditambahkan sebuah static method printInformation yang menggunakan type Person sebagai parameter.

Keuntungan dari Polymorphism adalah jika memerlukan menulis suatu code yang daoat dgunakan berbagia jenis type, code hanya cukup berinteraksi dengan base class (parents) dan dapat mengabaikan detail yang lebih spesifik yang berada pada subclass, selain itu Polymorphism memudahkan penulisan program dan memudahkan pihak lain.

Subclass yang lain dapat dubuat sebagai type baru dan object dari class baru ntersebut masih compatible dengan kode yang sudah ada.

Sabtu, 01 September 2012

Irabeka: sifat aljabar boolean

Irabeka: sifat aljabar boolean: Komutatif a + b = b + a a x b = b x a Ditributif a + (b x c) = (a + b) x (a + c) a x (b + c) = (a x b) + (a x c) Identitas a + 0 = a a x ...

sifat aljabar boolean

  1. Komutatif
    a + b = b + a
    a x b = b x a
  2. Ditributif
    a + (b x c) = (a + b) x (a + c)
    a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
  3. Identitas
    a + 0 = a
    a x 1 = a
  4. Komplemen
    a + a' = 1
    a x a' = 0
  5. Idempoten
    a + a = a
    a x a = a
  6. Boundednes
    a x 0 = 0
    a + 1 = 1
  7. Absorbsi
    a + (a x b) = a
    a x (a + b) = a
  8. Involusi
    (a')' = a
    0' = 1
    1' = 0
  9. Asosiatif
    (a + b) + c = a + (b + c)
    (a x b) x c = a x (b x c)
  10. De Morgan
    (a + b)' = a' x b'
    (a x b)' = a' + b'

sifat aljabar boolean

  1. Komutatif
    a + b = b + a
    a x b = b x a
  2. Ditributif
    a + (b x c) = (a + b) x (a + c)
    a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
  3. Identitas
    a + 0 = a
    a x 1 = a
  4. Komplemen
    a + a' = 1
    a x a' = 0
  5. Idempoten
    a + a = a
    a x a = a
  6. Boundednes
    a x 0 = 0
    a + 1 = 1
  7. Absorbsi
    a + (a x b) = a
    a x (a + b) = a
  8. Involusi
    (a')' = a
    0' = 1
    1' = 0
  9. Asosiatif
    (a + b) + c = a + (b + c)
    (a x b) x c = a x (b x c)
  10. De Morgan
    (a + b)' = a' x b'
    (a x b)' = a' + b'